Tutup Rute Gatwick, Virgin Atlantic Inggris PHK 3000 Karyawan

Tutup Rute Gatwick, Virgin Atlantic Inggris PHK 3000 Karyawan
Image by 272447 from Pixabay
iShabriPedia.us - Virgin Atlantic Inggris Pecat 3000 Karyawan dan Berhenti Beroperasi di Bandara Gatwick

Maskapai Besar kepunyaan Steve Branson yang memiliki rute penerbangan sampai Australia ini mengumumkan berita mengejutkan tentang pemberhentian penerbangan dari bandara International Gatwick Inggris serta memberhentikan 3000 Karyawan di Inggris Raya.

Banyak maskapai di belahan dunia saat ini tengan berjuang keras di tengah krisis pada Pandemi Virus Corono di tahun 2020 ini, tidak menutup kemungkinan maskapai penerbangan bisa mengalami kebangkrutan kalau kondisi seperti ini terus terjadi. Menurut informasi yang kami dapat Virgin Atantic Inggris raya memiliki 10.000 karyawan total untuk saat ini. *BBC

Virgin juga tengah mengupayakan Loan atau surat utang kepada kerajaan inggris, karena ini merupakan keadaan mendesak sehingga memerlukan bantuan pemerintah untuk mengatasai masalah selama Pandemi.

Baca juga: General Electric PHK 13.000 Karyawan

Memang kondisi seperti sekarang ini tidak dapat dipungkiri bagi perusahaan penerbangan selain harus memberhentikan karyawan demi menyelamatkan kondisi krisis maskapai penerbangan di tengah pandemi saat ini.

Setelah menutup rute penerbangan pada Bandara Gatwick, dibakabarkan Virgin akan memindahkan rute tersebut ke London Heathrow Airport untuk sementara waktu, meskipun slot penerbangan untuk rute gatwick masih tersedia.

Fakta menarik adalah bahwa Virgin Atlantic telah terbang pada rute Bandara Gatwick sejak tahun 1984 sudah sangat lama sekali.

Ketika aturan tentang pembatasan penerbangan karena Lockdown berlaku, tambak sekali pebedaan dari berkurangnya jadwal penerbangan kemudian di ditambah lagi dengan kondisi sedikitnya penumpang yang melakukan perjalanan atau travelling, dengan sedikit nya jumlah penumpang pada suatu penerbangan mungkin bisa menyebabkan lebih mahal biaya tiket pesawat penerbangan dan sayangnya ribuan awak kabin, pilot dan staf darat atau gorund handling akan kehilangan banyak pekerjaan mereka.

Dan pada Akhirnya nanti adalah bahwa akan memakan waktu bertahun-tahun bagi sektor penerbangan untuk bangkit dan kembali beroperasi normal seperti sedia kala layaknya kondisi sebelum pandemi.

Bukan hanya terjadi di Luar Negeri, masalah PHK atau pemberhentian tenaga kerja pada bisnis atau industri penerbangan juga terjadi di tanah Air, banyak pihak yang kehilangan pekerjaan karena Pesawat tidak beroperasi sesuai schedule.

seperti Garuda Indonesia yang biasanya terbang setiap hari 2 kali ke Banda Aceh dari Jakarta kini Perusahaan Plat Merah Indonesia ini membatalkan semua penerbangan ke Banda Aceh dan sejumlah kota besar di Tanah Air.

Hal tersebut tidak dapat dipungkiri, sama halnya seperti kasus Virgin Atlantic di atas. Besar sekali harapan agar masalah Virus Corona ini bisa cepat selesai agar kita semua yang bekerja pada Industri Aviasi bisa bekerja seperti normal sebelum Covid-19 Melanda.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel